Rabu, 18 Mei 2011

PREEKLAMPSIA (Makalah Kebidanan)


BAB I
PENDAHULUAN

A.   PENGERTIAN PREEKLAMPSIA
Preeklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam trimester III kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada molahidatidosa. (Hanifa Wiknjosastri, 2007).
Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivitas endotel, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria (Cunningham et al, 2003, Matthew warden, MD, 2005). Preeklampsia terjadi pada umur kehamilan 37 minggu, tetapi dapat juga timbul kapan saja pertengahan kehamilan. Preeklampsia dapat berkembang dari Preeklampsia yang ringan sampai Preeklampsia yang berat (geogre, 2007). Preeklampsia terbagi atas 2 bagian, yaitu :
a.   Preeklampsia ringan, bila disertai dengan keadaan sebagai berikut :
a)   Tekanan darah 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interval pelaksanaan 6 jam.
b)   Tekanan darah diastolic 90 atau kenaikan 15 mmHg dengan interval pelaksanaan 6 jam.
c)    Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu
d)   Proteinuria kuantitatif 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif plus 1 sampai 2 urin keteter atau midstream.

b.   Preeklampsia berat, bila disertai keadaan sebagai berikut :
a)   Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih
b)   Oligouria, urin kurang dari 40 cc/24 jam
c)   Proteinuria lebih dari 3gr/liter
d)   Adanya gangguan selebral, gangguan virus dan rasa nyeri di epigastrium.
e)   Terdapat edema paru dan sianosis. (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH, 1998).

B.    EPIDEMIOLOGI PREEKLAMPSIA
a.   Frekuensi Preeklampsia
Di Indonesia frekuensi kejadian Preeklampsia sekitar 3-10% (menurut Triadmojo, 2003) sedangkan di Amerika serikat dilaporkan bahwa kejadian Preeklampsia sebanyak 5% dari semua kehamilan (23,6 kasus per 1.000 kelahiran). (menurut Dawn C Jung, 2007).
Pada primigravida frekuensi Preeklampsia lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida, terutama primigravida muda, pada (tahun 2000) mendapatkan angka kejadian Preeklampsia dan eklamsia di RSU Tarakan Kalimantan Timur sebesar 74 kasus (5,1%) dari 1413 persalinan selama periode 1 Januari 2000 sampai 31 Desember 2000, dengan Preeklampsia sebesar 61 kasus (4,2%) dan eklamsia 13 kasus eklamsia 13 kasus (0,9%). Dari kasus ini terutama dijumpai pada usia 20-24 tahun dengan primigravida (17,5%).

b.   Faktor Risiko Preeklampsia
a)   Riwayat Preeklampsia
b)   Primigravida, karena pada primigravida pembentukan antibody penghambat (blocking antibodies) belum sempurna sehingga meningkatkan resiko terjadinya Preeklampsia
c)    Kegemukan
d)   Kehamilan ganda, Preeklampsia lebih sering terjadi pada wanita yang mempunyai bayi kembar atau lebih.
e)   Riwayat penyakit tertentu. Penyakit tersebut meliputi hipertensu kronik, diabetes, penyakit ginjal atau penyakit degenerate seperti reumatik arthritis atau lupus.

C.   ETIOLOGI PREEKLAMPSIA
Etiologi Preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya, oleh karena itu disebut “penyakit teori”, namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan. Teori sekarang yang dipakai sebagai penyebab Preeklampsia adalah “teori iskemia plasenta”. Namun teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan penyakit ini.

D.   PATOFISIOLOGI PREEKLAMPSIA
Pada Preeklampsia yang berat dan eklampsia dapat terjadi perburukan patologis pada sejumlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh vasospasme dan iskemia (Cunningham, 2003). Perubahannya pada organ-organ :
a)   Perubahan hati perdarahan yang tidak teratur terjadi rekrosis, thrombosis pada lobus hati rasanya nyerim epigastrium
b)   Retima
c)    Metabolism air dan elektrout
d)   Mata
e)   Otak, pada penyakit yang belum berlanjut hanya ditemukan edema dan anemia pada korteks serebri.
f)     Uterus aliran darah ke plasenta menurun dan menyebabkan gangguan pada plasenta.
g)    Paru-paru, kematian ibu pada preeclampsia dan eklamsia biasanya disebabkan oleh edema paru.

E.   GAMBARAN KLINIS PREEKLAMPSIA
a.   Gejala Subjektif
Pada Preeklampsia didapatkan sakit kepala di daerah frontal, skotoma, diplopia, penglihatan kabur, nyeri  di daerah epigastrium, mual atau muntah-muntah karena perdarahan subkapsuer spasme areriol. Gejala-gejala ini sering ditemukan pada Preeklampsia yang meningkat dan merupakan petunjuk bahwa eklamsia akan timbul. Tekanan darahpun akan meningkat lebih tinggi, edema dan proteinuria bertambah meningkat.

b.   Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik yang dapat ditemukan meliputi; peningkatan tekanan sistolik 30 mmHg dan diastolic 15 mmHg atau tekanan darah meningkat lebih dari 140/90 mmHg. Tekanan darah pada Preeklampsia berat meningkat lebih dari 160/110 mmHg dan disertai kerusakan beberapa organ. Selain itu kita juga akan menemukan takikarda, takipnu, edema paru, perubahan kesadaran, hipertensi ensefalopati, hiperefleksia, perdarahan otak.

F.   DIAGNOSIS PREEKLAMPSIA
Diagnosis Preeklampsia dapat ditegakkan dari gambaran klinik dan pemeriksaan laboratorium. Dari hasil diagnosis, maka Preeklampsia dapat diklasifikasikan menjadi 2 golongan yaitu :    
1)    Preeklampsia ringan, bila disertai keadaan sebagai berikut :
a)   Tekanan darah 140/90 mmHg, atau kenaikan diastolic 15 mmHg atau lebih, atau kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih setelah 20 minggu kehamilan dengan riwayat tekanan darah normal.
b)   Proteinuria kuantitatif 0,3 gr perliter atau kualitatif 1+ atau 2+ pada urine kateter atau midstearm.

2)    Preeklampsia berat, bila disertai keadaan sebagai berikut :
a)   Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih
b)   Proteinuria 5 gr atau lebih perliter dalam 24 jam atau kualitatif 3+ atau 4+.
c)    Oligouri, yaitu jumlah urine kurang dari 500 cc per 24 jam.
d)   Adanya gangguan serebral, gangguan penglihatan, dan rasa nyeri di epigastrium.
e)   Terdapat edema paru dan sianosis
f)     Trombositopenig (gangguan fungsi hati)
g)    Pertumbuhan janin terhambat.



BAB II
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT
I.       PENGUMPULAN DATA
A.   IDENTITAS BIODATA
Nama Pasien
Umur
Suku/bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat Rumah
Telp
Alamat kantor
Telp
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Ny. Y
23 Tahun
Aceh
Islam
SMP
IRT
Seulalah
0641-54103
-
-
Nama suami
Umur
Suku/bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat
Telp
Alamat kantor
Telp
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Tn. K
25 Tahun
Padang/Indo
Islam
SMA
Wiraswasta
Seulalah
0641-54103
-
-


B.   ANAMNESA
Pada tanggal : 21 Juli 2009 pukul : 13.30 WIB
1.    Alasan kunjungan       : Periksa kehamilan
2.     Keluhan utama          : Penglihatan kabur, nyeri kepala berat, nyeri didaerah uluhati, lelah, bengkak pada tangan, kaki dan muka.
3.     Riwayat kehamilan sekarang ini : G1 Po Ab0
1.    Riwayat menstruasi
HPHT                   : 13 Januari 2009 – TTP : 12 Okt 2009
Menarche             : 13 tahun
Siklus                   : 28 hari
Banyaknya            : 3 x ganti duk
Dismenerhoe        : ada
Teratur/tidak       : teratur
Lamanya              : ± 6 hari
Konsitensi darah   : cair + gumpal
2.    Tanda-tanda kehamilan : tmt I
Haid yang berhenti
3.    Pergerakan fetus dirasakan pertama kali : 16 minggu
Pergerakan fetus 24 jam terakhir : 25 kali
4.    Keluhan yang dirasakan pada kehamilan ini :
Rasa lelah                                                    : ada
Mual muntah yang lama                                : tidak ada
Nyeri perut                                                   : tidak ada
Sakit kepala berat                                        : ada
Penglihatan kabur                                         : ada
Nyeri BAK                                                     : tidak ada
Rasa gatal pada vulva dab vagina/sekitarnya : tidak ada
Pengeluaran cairan pervagina                       : tidak ada
Nyeri, kemerahan, tegang pada tungkai         : tidak ada  
Oedema                                                       : ada
5.    Diet /makan seharu-hari                             
Komposisi                                          : nansi+ikan+sayur
Pola makan                                        : 3 kali sehari
Perubahan makan yang dialami
-  Ngidam                                         : tidak ada
-  Nafsu makan                                 : berkurang
6.    Pola eliminasi                                    :
-  BAB : 1-2x/hari
-  BAK : -7x/hari                      
7.    Aktivitas sehari-hari : IRT
8.    Pola istirahat dan tidur : siang ± 1 jam, malam ± 7 jam
9.    Seksualitas : 2x seminggu
10. Imunisasi :
TT1 tanggal           : 11 Juli 2009
TT2 tanggal           : 10 Agustus 2009

4.     Riwayat Kehamilan, persalinan, nifas yang lalu   :  belum ada
No
Tgl/thn/pertolongan
Tempat pertolongan
Usia kehamilan
Jenis persalinan
Pertolongan
Penyakit kehamilan&persalinan
anak
Jenis
BB
PB
Keadaan
1
Hamil ini

27 Minggu


PEB pada kehamilan
















5.     Riwayat kehamilan kembar   :  belum ada
6.     Riwayat KB / kontrasepsi yang pernah digunakan         :  belum ada
7.     Riwayat Kesehatan
    1. Penyakit yang pernah diderita  :
§  Jantung                       :  tidak ada
§  Hipertensi                   :  tidak ada
§  Hepatitis                     :  tidak ada
§  DM                              :  tidak ada
§  Ginjal                         :  tidak ada
§  PMS dan HIV/AIDS        :  tidak ada
§  Epilepsi                       :  tidak ada
§  Lain-lain                     :  tidak ada
2. Perilaku kesehatan
§  Penggunaan alcohol / obat-obatan sejenisnya     :  tidak ada
§  Obat-obatan / jamu                                      :  tidak ada
§  Merokok / makan sirih                                   :  tidak ada
§  Irigasi vagina / ganti pakaian dalam               :  tidak ada

8.   Riwayat Sosial :
1. Status Perkawinan :  syah
§  Jumlah     :  1 x
§  Kawin       :  umur                  :  21 Tahun
                           Lamanya           :  4 tahun

2. Kehamilan ini direncanakan / tidak      :  direncanakan
3. Jenis kehamilan yang diharapkan         :  laki-laki
4. Rencana mengasuh anak                      :  sendiri

C. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBYEKTIF)
1.    Keadaan umum      :  Compos Mentis
2.    Tanda vital
§  Tekanan darah  :  160/110 mmHg
§  Denyut nadi                :  80x / menit
§  Pernafasan                  :  16x / menit
§  Suhu                 :  370C
3.    Lila                        :  24 cm
§  TB                     :  162 cm
§  BB (sebelum hamil)     :  55 kg
§  BB (selama hamil)       :  68 kg
4.    Pemeriksaan Obstetri
1)    Inspeksi
§  Muka                 :  Edema
§  Conjungata        :  tidak pucat
§  Sclera mata       :  normal
§  Leher                :  Struma          :  tidak ada
                            Vena jugularis          :  normal
§  Dada                 :  simetris         :  ya
§  Mamae              :  Benjolan        :  tidak ada
                            Striae            :  ada
                            Ariola            :  menghitam
                           Papilla            :  Menonjol
§  Pinggang nyeri   :  tidak ada
§  Ekstramitas       :  oedema tangan dan jari    :  ada
                            Oedema tibia                    :  ada
                            Betis merah/lembek/keras :  tidak ada
                            Varices tungkai                  :  tidak ada
                            Reflex patella kanan          :  ada
§  Abdomen           :  Bekas luka                        :  tidak ada
                            Pembesaran perut             :  ada
                            Bentuk perut                     :  bundar
                            Oedema                            :  tidak ada
                            Acites                               :  tidak ada
2)    Palpasi Uterus
§  TFU                    :  27 cm
§  Kontraksi            :  ada
§  Letak                 :  membujur
§  Presentasi          :  kepala
§  Posisi janin        :  puki
§  Penurunan kepala    :  konvergen (belum masuk PAP/pintu atas panggul)
§  TBBJ                  :  2480 gram
3)    Auskultasi
§  DJJ                    :  ada/terdengar    Tempat   :  3 jari diatas umbilicus
§  Frekuensi           :  126x/menit    teratur/tidak          :  teratur
4)    Genetalia (Inspeksi)
§  Vulva dan vagina                           :  Varices   :  tidak ada
                            Luka                 :  tidak ada
                            Kemerahan       :  tidak ada
                           Nyeri                 :  tidak ada
§  Perineum           :  bekas luka / luka parut      :  tidak ada
§  Lain-lain             :  tidak ada

D. UJI DIAGNOSTIK
§  Pemeriksaan laboratorium        
§  Pemeriksaan darah :  dilakukan
§  Haemoglobin                   :  10 gr%
§  Haemotokrit          :  tidak dilakukan
§  Pemeriksaan urine :  dilakukan
§  Protein                            :  3+
§  Albumin                 :  tidak dilakukan

II.  INTERPRETASI DATA
Identifikasi diagnose, masalah dan kebutuhan
DX : Ibu primigravida dengan usia kehamilan 27 minggu, presentasi kepala, janin hidup, intrauteri, tunggal, dengan preeclampsia berat
DS : -       Ibu mengatakan ini adalah kehamilan yang pertama dan tidak pernah keguguran
        -      Ibu mengatakan sakit kepala berat, nyeri didaerah uluhati, lelah, penglihatan kabur, serta bengkak pada tangan, kaki dan muka.
DO : -       Ibu G1P0A0 hamil 28 minggu
-          HPHT                 :  13 januari 2009
-          TTP                   :  20 oktober 2009
-          Inspeksi             :  edema pada tangan, kaki dan muka
-          Vital sign           :  TD                  :  160/110 mmHg
                            Denyut nadi    :  80x / menit
                            Pernapasan     :  16x / menit
                            Suhu               :  370C
-          BB                     :  55 kg menjadi 68 kg
-          Palpasi Uterus   
TFU                   :  3 jari diatas umbilicus
DJJ                   :  ada/teratur : 126 x / menit
TBBJ                  :  2480 gram
-          Pemeriksaan lab :  Golda             :  O
                            Hb                  :  10 gr %
                            Protein Urine  :  3 +
Masalah :   Ibu cemas dengan proses persalinan dan dengan keadaan umumnya yang kurang baik.
Kebutuhan :       KIE tentang kehamilan dan masalah yang berhubungan dengan kondisi ibu.

III. ANTISIPASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Identifikasi diagnose dan masalah potensial disesuaikan dengan diagnose dan masalah yang sudah diidentifikasi.

IV. TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI
   Kolaborasi Dengan Dokter Obgyn
V.  RENCANA MANAJEMEN
Tanggal  :  21 Juli 2009                     Pukul  :  13.30 Wib
Meliputi :
§  Pemberian obat
§  Anjurkan ibu untuk di rawat di RS
§  Anjurkan ibu untuk istirahat total
§  Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi
§  Beri KIE kepada ibu tentang kehamilan dan masalah yang berhubungan dengan kondisi ibu
§  Beri support mental pada ibu

VI. IMPLEMENTASI / PELAKSANAAN
Tanggal  :  21 Juli 2009                     Pukul  :  13.30 Wib
§  Memberikan obat :
Pasang infuse dengan cairan Dex 5% dengan kecepatan 15-20 tetes / menit
Beri MgSO4 2 gr
§  Menganjurkan ibu agar segera di rawat di RS agar memperoleh pengobatan dan pengawasan yang intensif dari pihak RS
§  Menganjurkan ibu untuk lebih banyak beristirahat, dan jangan terlalu banyak bekerja
§  Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi, serta suplemen Ca dan Mg
§  Member semangat pada ibu, agar ibu tidak terlalu cemas pada saat proses persalinan yang akan dihadapi ibu.


VII. EVALUASI
Tanggal  :  21 Juli 2009                              Pukul  :  14.30 wib
§  Setelah MgSO4 diberikan TD ibu menjadi 150/90 mmHg, dan ibu tidak lagi merasa lelah serta bengkak pada tangan, kaki dan muka sudah mulai berkurang.
§  Setelah ibu memperoleh perawatan dan pengobatan di RS, keadaan umum ibu sudah mulai membaik
§  Ibu menerima dan melaksanakan anjuran yang diberikan oleh tenaga kesehatan / bidan, dan ibu tidak cemas lagi dengan kehamilan dan keadaannya.



BAB  III
PENDUKOMENTASIAN SOAP


Tanggal    :  21 Juli 2009                                                   Pukul  : 13.30 Wib
S  : Ny. B 25 tahun, hamil pertama usia kehamilan 27 minggu, datang klinik bidan dengan keluhan penglihatan kabur, nyeri kepala berat, lelah, nyeri di daerah uluhati, serta bengkak pada tangan, kaki dan muka.

O  :    Ibu G1P0A0 hamil 28 minggu
-          Keadaan umum         :  compos mentis
-          Keadaan emosional   :  cemas
-          HPHT                        :  13 januari 2009
-          TTP                          :  20 oktober 2009
-          Inspeksi                    :  edema pada tangan, kaki, dan muka
-          Vital sign                  :  TD                  :  160/110 mmHg
                                   Denyut nadi    :  80x / menit
                                  Pernapasan      :  16x / menit
                                   Suhu               :  370C
-          BB                            :  55 kg menjadi 68 kg
-          Palpasi uterus           :  TFU                :  3 jari diatas umbilicus
                                   DJJ                :  ada/teratur : 126x/menit
                                  TBBJ                :  2480 gram
-          Pemeriksaan lab       :  Golda             :  O
                                   Hb                  :  10 gr %
                                   Protein urine  :  3+
A : Ibu primigravida usia kehamilan 27 minggu dengan preeklamsia berat, jika keadaan tersebut masih berlanjut maka akan menjadi eklamsia dan harus melakukan kerjasama dengan ahli medis (dr. obgin)

P :  memberikan obat :
      Pasang infuse dengan cairan Dex 5% dengan kecepatan 15 – 20 tetes / menit. Beri MgSO4 2 gr
-          Mengajurkan ibuy agar segera di rawat di RS agar memperoleh pengobatan dan pengawasan yang intensif dari pihak RS
-          Mengajurkan ibu untuk lebih banyak beristirahat dan meninggalkan pekerjaan yang dianggap dapat membuat ibu menjadi lelah.
-          Mengajurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi serta suplemen Ca dan Mg.
-          Memberi semangat kepada ibu, agar ibu tidak terlalu cemas pada saat proses persalinan yang akan dihadapi.

Evaluasi
Tanggal   :  21 Juli 2009                                           Pukul : 14.30 Wib
-          Setelah MgSO4 diberikan TD ibu menjadi 150 / 90 mmHg, dan ibu tidak lagi merasa lelah serta bengkak pada tangan, kaki, dan muka sudah mulai berkurang.
-          Setelah ibu memperoleh perawatan dan pengobatan di RS, keadaan umum ibu sudah mulai membaik.
-          Ibu menerima dan melaksanakan anjuran yang diberikan oleh tenaga kesehatan / bidan, dan ibu sudah tidak cemas lagi dengan kehamilan dan keadaannya.



BAB  IV
PEMBAHASAN

Preeklampsia berat adalah timbulnya hipertensi 160/110 mmHg disertai proteinuria dam atau edema pada kehamilan setelah 20 minggu. Pada kasus ini ibu dikatakan mengalami preeclampsia berat karena mengalami hipertensi, yaitu tekanan darah sebesar 160/110 mmHg dan disertai proteinuria +3. Hipertensi terjadi sebagai usaha untuk mengatasi kenaikan tahanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat tercukupi.
Penurunan filtrasi glomerulus akibat spasmus arteriole ginjal menyebabkan filtrasi natrium melalui glomerulus menurun yang men yebabkan retensi garam dan juga retensi air. tanda lain dari preeclampsia berat yang tidak dijumpai pada kasus ini adalah Oliguria, jumlah produksi urine < 500 cc / 24 jam yang disertai kenaikan kadar kreatinin darah.
Pada keadaan lanjut dapat terjadi oliguria atau anuria. Gangguan visus : mata berkunang-kunang karena terjadi vasospasme, edema/ablation retina. Hal ini dapat diketahui dengan oftalmoskop. Gangguan serebral : kepala pusing dan sakit kepala karenba adanya resistensi pembuluh darah dalam otak. Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen karena regangan selaput hati oleh perdarahan atau edema atau sakit akibat perubahan pada lambung.
Edema paru merupakan penyebab utama kematian pada penderita preeclampsia dan eklampsia. Komplikasi ini terjadi sebagai akibat dekompensasio kordis kiri. Pertumbuhan janin terhambat (IUGR) terapi preeclampsia berat menggunakan MgSO4 40% 15 cc dalam 500 cc larutan Rl (drip 28 tetes/menit) dan MgSO4 40% 4 g IV (bolus) dalam kasus ini terbukti efektif dalam mencegah terjadinya kejang pada penderita. Pemberian nifedipin 3x 10 mg peroral juga efektif pada pasien ini. Setelah bayi lahir keadaan tekanan darah pasien segera turun dan berada dalam keadaan normotensi (tekanan darah normal) sehingga pemberian MgSO4 tidak dilanjutkan.




BAB V
PENUTUP


A.   Kesimpulan
Suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil, penyakit ini ditandai dengan tekanan darah yang meninggi diikuti oleh peningkatan kadar protein dalam urine. Dan dapat menyebabkan gangguan peredaran darah pada plasenta. Hal ini menyebabkan berat badan bayi yang akan dilahirkan relative kecil, si ibu akan melahirkan secara premature.
Wanita yang terkena eklampsia juga sering mengalami peningkatan TD, gagal ginjal, kejang-kejang dan dapat menyebabkanm koma, atau bahkan kematian baik sebelum atau setelah melahirkan.

B.   Saran
Makalah ini disusun agar para pembaca khususnya pada wanita hamil agar selalu memeriksakan kehamilannya, kepada tenaga kesehatan.




DAFTAR PUSTAKA


 Mansjoer, Arif, dkk, editor, Kapita selekta kedokteran, jilid I. edisi ketiga. Jakarta : Media Aesculapius FKUI, 2001

Mochtar, MPH. Prof. Dr. Rustam. Synopsis Obstetri. Jilid I. edisi kedua EGC. Jakarta, 1998.

http://www.scribd.com/doc/899951/laporan kasus preeklampsia nas.

http://www.blogdokter.net/2009/02/17/preeklampsia dan eklampsi pada kehamilan.

http://khuheimi.blogspot.co,/2006/08/preeklampsia dan eklampsi.html.

Hanifa. Ilmu Kebidanan ed. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiharjo. Jakarta 2005

http://kuliahbidan.wordpress.com
 

KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi keselamatan dan kesempatan, sehingga dapat menyelesaikan makalah Konsep kebidanan yang berjudul “Pre Eklamsi”.
Shalawat dan salam tak lupa kita sanjung sajikan kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat sekalian.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu Ibu “Herna Herlinda, SST” yang telah banyak membantu dalam penulisan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

Langsa,    Januari 2010
Penyusun


Kelompok VI




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................         i
DAFTAR ISI..................................................................        ii
BAB  I        PENDAHULUAN...............................................         1
A.   Pengertian Preeklampsia...............................         1
B.   Epidemiologi Preeklampsia............................         2
C.   Etiologi Preeklampsia...................................         3
D.   Patofisiologi Preeklampsia.............................         3
E.   Gambaran Klinis Preeklampsia........................         4
F.    Diagnosis Preeklampsia.................................         4

BAB  II       MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
                 DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT...........................         6
I.      Pengumpulan Data......................................         6
II.     Interpretasi Data........................................       11
III.    Antisipasi Diagnosa dan Masalah Potensial.........       12
IV.   Tindakan Segera / Kolaborasi.........................       12
V.     Rencana Manajemen...................................       13
VI.   Implementasi/Pelaksanaan............................       13
VII.  Evaluasi...................................................       14

BAB III        PENDOKUMENTASIAN SOAP................................       15

BAB IV       PEMBAHASAN.................................................       17

BAB V        PENUTUP......................................................       19
A.   Kesimpulan...............................................       19
B.   Saran.......................................................       19

DAFTAR PUSTAKA..........................................................       20

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar