Rabu, 18 Mei 2011

PEMAHAMAN TENTANG KONSEP PEMASARAN DAN STRATEGI MARKETING MIX


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Konsep pemasaran saat ini telah terjadi perubahan besar, di mana orientasi tidak lagi pada produk yang dihasilkan, tetapi beralih ke orientasi pada konsumen, hal ini menyebabkan perusahaan diharuskan tidak lagi hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen saja tetapi juga harus dapat memuaskan konsumen.
Adanya persaingan yang kompetitif ini menyebabkan makin diperlukan informasi pemasaran. Informasi yang diperlukan untuk mengantisipasi pembaharuan ini adalah informasi mengenai selera konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Hal ini sejalan dengan kebijaksanaan pemasaran yang menganut orientasi konsumen (costumer oriented), yaitu usaha produk atau jasa yang ditujukan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Untuk dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen, maka diperlukan pemahaman mengenai prilaku konsumen.
Dengan memahami prilaku konsumen maka akan diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian terhadap suatu produk atau jasa. 
 Di era sekarang ini banyak sekali perusahaan-perusahaan yang menggunakan seni perencanaan strategi berorientasi pasar, yaitu proses manajerial untuk mengembangkan dan mempertahankan supaya tujuan, keahlian dan sumber dara organisasi tetap sesuai dengan peluang di pasar yang senantiasa berubah.
B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang sudah ada, maka dirumuskan suatu masalah sebagai berikut :
1)       Apakah ada pengaruh antara konsep pemasaran terhadap strategi Marketing Mix ?
2)       Manakah yang mempunyai pengaruh paling dominan antara konsep strategi marketing mix sebagai pemahaman dasar ?

C.     Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1)      Untuk menganalisis pengaruh secara parsial maupun simultan antara konsep untuk mengetahui faktor yang dominan pengaruhnya terhadap marketing mix.
D.     Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1)      Untuk memahami isi dari pemahaman tentang konsep pemasaran dan strategi marketing mix.
2)      Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan untuk dapat menentukan dengan tepat bauran pemasaran dan peningkatan keunggulan bersaingnya.

BAB II
PEMBAHASAN

Salah satu dari satu strategi pemasaran  yang sering dilakukan oleh suatu perusahaan adalah dengan cara melakukan penyebaran pemasaran itu sendiri, atau lebih sering dikenal dengan istilah bauran pemasaran. Bauran pemasaran sendiri didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang dapat meliputi menentukan master plan dan mengetahui serta menghasilkan pelayanan (penyajian) produk yang memuaskan pada suatu segmen pasar tertentu yang mana segmen pasar tersebut telah dijadikan sasaran pasar untuk produk yang telah diluncurkan untuk menarik konsumen sehingga terjadi pembelian.
Dalam melakukan dan merencanakan pemasaran strategi, beberapa perusahaan telah menggunakan berbagai cara yang kemudian dikombinasikan menjadi satu, untuk jenis strategi pemasaran dalam hal ini lebih akrab dikenal dengan istilah “Marketing Mix”. Marketing mix dapat didefinisikan sebagai perpaduan berbagai strategi yang berupa kegiatan atau faktor-faktor penting yang merupakan hal-hal yang menjadi inti dari strategi pemasaran itu sendiri.
A.          Produk sebagai Objek Pemasaran
Produk adalah objek yang sangat vital yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam mendatangkan keuntungan atau laba yang akan tetap menjaga operasional dan kesehatan suatu perusahaan.
Dengan melalui produk, produsen dapat menjalankan konsumen. Karena dari produk akan dapat diketahui, seberapa besar kepuasan dan kebutuhan akan produk itu sendiri dalam kehidupan konsumen.
Berikut beberapa hal produk yang berupa jasa mungkin harus anda ketahui dalam menetapkan strategi pemasaran :
1)        Produk Jasa : Adalah produk yang dipasarkan di pasaran yang memiliki sifat yang tidak berwujud. Karena biasanya produk jasa adalah tidak bisa dilihat, namun dapat dirasakan. Selain itu, produk jasa juga tidak bisa diraba, dicium namun bisa sangat dirasakan manfaatnya dalam  menunjang aktivitas konsumen.
2)        Produk jasa yang ditawarkan ke konsumen sifatnya tidak bisa dipisahkan dari perihal faktor yang mendukung dari terciptanya produk berupa jasa itu sendiri. Sebagai contoh produk dari jasa penginapan yang ditawarkan dari suatu wisma, maka produk jasa itu sendiri tidak akan bisa dipisahkan dari bangunan wisma itu sendiri, tempat produk jasa itu dipasarkan.
3)        Produk jasa juga memiliki sifat yang dinamis yang mengikuti perkembangan pola hidup konsumen yang menjadi target pemasaran. Karena mengikuti tuntutan update dari strategi pemasaran itu sendiri, maka produk jasa yang ditawarkan juga akan mengalami perubahan untuk menunjang pemasaran dengan hasil yang maksimal yang akan didapatkan oleh perusahaan. Perubahan dari produk jasa ini akan menciptakan persaingan usaha baik dari segi kualitas maupun dari segi harga. Sebagai contoh harga penginapan dari suatu wisma akan berbeda tarifnya dengan jasa produk yang ditawarkan oleh hotel dengan kelas berbintang.
4)        Produk jasa biasanya memiliki dan bersaing dengan berpacunya waktu, sehingga memiliki daya tahan tertentu. Dalam hal ini dapat juga dibilang produk jasa tidak dapat disimpan, oleh karena itu manfaatnya biasanya hanya dapat dirasakan pada saat melakukan transaksi pembelian dari produk jasa itu sendiri.

B.          Analisis terhadap Harga untuk Sebuah Produk
Penentuan dari harga suatu produk adalah suatu hal yang juga sangat krusial. Penentuan harga dari suatu produk akan sangat mempengaruhi dari keberhasilan sautu perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang akan didapatkan oleh suatu perusahaan. Penetapan dari suatu produk, akan sangat dipengaruhi dari seberapa besar pengorbanan yang telah dilakukan dalam memperoduksi produk itu sendiri. Semakin besar pengorbanan yang dilakukan maka akan semakin besar dan tinggi harga yang dibandrol dari produk itu sendiri.
Harga sangat mempengaruhi penjual dari suatu produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan. Penentuan harga sangat dibutuhkan strategi pemasaran yang amatlah matang agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Menetapkan harga yang murah adalah bukan solusi diatas segalanya.
Namun penetapan harga dengan cerdas akan sangat membantu untuk mendobrak penjualan. Strategi dalam menetapkan harga produk dapat dilakukan dengan menganalisis kelebihan, keunggulan dan kekurangan dari produk yang dimiliki. Dengan jalan ini maka kelak dikemudian hari tidak akan ditemukan istilah harga yang seharusnya lebih mahal atau lebih murah dari kualitas barang yang dimiliki. Penentuan harga barang juga dapat dianalisis dengan melihat persaingan dan seberapa besar kebutuhan produk yang akan dicari oleh konsumen.

C.          Kegiatan Distribusi yang Dijalankan
Distribusi adalah juga merupakan bagian vutak dari bagian strategi pemasaran itu sendiri. Pemilihan strategi dengan tepat akan dapat membantu produk sampai ke konsumen dengan harga yang sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan. Karena tak jarang suatu produk yang telah dibandtol dengan harga sekian, namun karena kesalahan distribusi ketika sampai ke tangan konsumen, harga yang terjadi ketika transaksi jual beli adalah lebih mahal dari harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan yang sebelumnya.
Dalam menunjukkan distributor yang tepat dan juga menetapkan kebijakan yang benar tentang saluran distribusi dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.        Melakukan riset dan analisis yang lebih mendalam terhadap pihak-pihak lembaga yang terkait dalam menunjang proses pemasaran, terurama sebagai contoh adalah pihak-pihak terkait seperti pedagang perantara antara pihak perusahaan dengan konsumen di daerah tertentu.
2.        Mempertimbangkan karakteristik dari segmen pasar yang telah dibidik, dan secara geografis bagaimana lokasi pembeli, apakah mudah dijangkau atau keadaan yang terjadi adalah sebaliknya.
3.        Memperhitungkan seberapa besar persediaan produk yang disesuaikan dengan seberapa besar kebutuhan konsumen. Hal ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas proses distribusi yang akan dilakukan dalam jangka panjang.
4.        Memikirkan dengan segala jaringan pemasaran yang dimiliki agar dapat didaya upayakan secara maksimal sehingga hasil pemasaran yang disokong dari proses distribusi dapat memberikan hasil yang optimal.

D.          Melakukan Kegiatan Promosi
Kegiatan promosi biasanya merupakan komponen perioritas dari kegiatan pemasaran. Dengan adanya promosi maka konsumen akan mengetahui bahwa perusahaan meluncurkan produk baru yang akan menggoda koncumen untuk melakukan kigiatan pembelian.
Kegiatan promosi sangat erat kaitannya dengan penyebaran informasi untuk disampaikan ke konsumen. Dalam penyampaian strategi informasi ini ada beberapa hal penting yang hendak diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
1)          Program periklanan yang dijalankan, kegiatan periklanan merupakan sebagai media utama bagi perusahaan untuk menunjang kegiatan promosi dimana promosi memiliki tujuan utama untuk menarik konsumen agar mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan. Saat ini periklanan yang sering digalakkan adalah melalui kegiatan media cetak dan elektronik. Dunia iklan sendiri telah mengalami perkembangan yang amat pesat. Salah satunya adalah dengan mulai maraknya iklan dengan melalui media internet.
2)          Promosi dengan mengutamakan penjualan yang dilakukan secara pribadi atau lebih dikenal dengan istilah “Personal Selling”. Kegiatan promosi yang satu ini bisa dikatakan sebagai ujung tombak dari kegiatan promosi. Karena kegiatan personal selling adalah kegiatan promosi yang mengharuskan berhadapan dengan konsumen dengan secara  langsung.  Melalui   kegiatan  promosi  personal selling secara professional akan sangat membantu untuk tercapainya penjualan  yang  secara fantastis. Personal selling  yang  dilakukan  secara  besar  merupakan  salah  satu alternative solusi yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan jika memiliki modal yang cukup besar.
3)          Promosi yang dilakukan dengan mengedepankan kualitas promosi penjualan. Promosi penjualan mengedepankan aspek  penambahan  identitas  disini dalam meliputi berbagai aspek manajemen pemasaran, meliputi peningkatan kualitas produk, kualitas pelayanan distribusi, menambah  kualitas  pelayanan agar  menjadi lebih baik dan masih banyak aspek lainnya yang dapat ditingkatkan demi tercapainya kepuasan pelanggan atas produk yang telah dipasarkan.
4)          Promosi  dengan cara  meningkatkan publusitas, cara ini lebih condong untuk membentuk sebuah image yang lebih positif terhadap produk yang ditawarkan. Pembentukan image positif ini dapat dilakukan  dengan iklan atau promosi yang memiliki  karakteristik  tertentu  yang  tidak  dapat  dimiliki oleh strategi pemasaran produk lainnya. Bisa saja dapat dilakukan dengan  cara  menciptakan suatu  produk yang memiliki poin lebih, karakteristik unik, dan mempunyai manfaat lebih yang dapat menjadi pemikiran positif terhadap konsumen. Jika hal ini ndapat dilakukan maka image atau gambaran positif yang berkembang dimasyarakat akan terbentuk dan mendatangkan beberapa faktor positif untuk mendongkrak penjualan.

Keempat komponen pemasaran yang telah dipaparkan diatas harus dapat  dilakukan  secara singkron agar menghasilkan strategi pemasaran yang baik dalam jangka panjang, sehingga keuangan perusahaan dapat berjalan dengan sehat dan kesejahteraan dapat ditingkatkan baik bagi perusahaan itu sendiri atau bagi karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

E.          Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran
Marketing mix harus selalu dapat bersifat dinamis, selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal maupun internal. Faktor eksternal yaitu faktor diluar jangkauan perusahaan yang antara lain terdiri dari pesaing, teknologi, peraturan pemerintah, keadaan perekonomian dan lingkungan sosial budaya.
Pengertian marketing mix menurut Philip Kotler dalam buku yang berjudul Principles of Marketing, adalah “Marketing mix is the set of marketing foola that the firm use to pursite its marketing objectives in the target market”.
Variabel-variabel yang terdapat didalam marketing mix dikelompokkan menjadi empat kelompok utama yang dikenal dengan 4 P’S yaitu :
a.         Product (Produk)
Definisi produk Philip Kotler adalah : “ A product is a thing that be offered to a market to satisfy a want or need”. Produk adalah sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelian, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.
b.         Price (Harga)
Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “ Price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits or having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa.
Perusahaan menetapkan suatu harga dengan melakukan pendekatan penetapan harga secara umum yang meliputi satu atau lebih di antara tiga perangkat perimbangan berikut ini yakni :
1)      Cost-based princing (penetapan harga berdasarkan biaya)
a.      Cost-plus-princing (penetapan harga biaya plus).
Metode ini merupakan metode penelitian harga yang paling sederhana, dimana metode ini menambah standart mark-up terhadap biaya produk.
b.      Break even analysis and target profit princing (Analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran). Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari.
2)      Value-Based Princing (penetapan harga berdasarkan nilai)
Metode ini menggunakan suatu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga.
3)      Competition-Based Princing (penetapan harga berdasarkan persaingan).
a)     Going-rate Princing (penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku). Perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atai lebih rendah dan pesaing utamanya.
b)     Scaled-Bid Princing (Penetapan harga penawaran tertutup). Perusahaan menetapkan pesaing dan bukan berdasarkan hubungan yang kaku atas biasa atau permintaan perusahaan.
c.          Promotion (Promosi)
Definisi menurut Stanton adalah : “Promotion mix is the combination of operasional selling, sales person, public relation. These are the promotional tools that help an organization to achieve its marketing objective”. Sedangkan menurut Kotler yang dimaksud dengan Promosi adalah :” Promotion includes all the activities the company undertakes to communicate and promote its product the target market”.
Menurut Philip Kotler promotion tools didefinisikan sebagai berikut : 1) Advertising/Periklanan (Suatu promosi barang atau jasa yang sifatnya nin personal dilakukan oleh sponsor yang diketahui),  2) Personal  Selling /Penjualan perorangan (Yang dilakukan oleh para wiraniaga yang mencoba dan membujuk untuk melakukan penjualan sekaligus). 3) Sales Promotion / Promosi penjualan (untuk membantu mendapatkan konsumen yang bersedia membeli produk atau jasa suatu perusahaan). 4) Public relation / Publisitas (pengiklanan secara tidak langsung dimana produk atau jasa suatu perusajaan disebarluaskan oleh media).
d.         Place (Tempat)
Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimlam atau menyampaiukan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang paling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikunsumsi. Penyampaian dalam perusahaan juga harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.
Sebagai salah satu variabel marketing mix, place/distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.
Terdapat penambahan variabel didalam marketing mix yang lain yang tergabung didalam 4 P’ S diantaranya :
a.      Product (produk)
b.      Price (Harga)
c.       Promotion (Promosi)
d.      Place (Tempat)
e.      Orang / People
Menurut Zeitham and Bitner (2000,p.19) “People is all human actors who pay in serice delivery and thus influence the buyer’s perception; namely, the firm’ people, the customer and other in the service environment”.  People adalag semua orang yang memainkan peranan dalam penyajian jasa yang dapat mempengaruhi persepsi pembeli. (Hrriyari, 2003, P.62).
Elemen-elemen dari people adalah pegawai perusahaan, konsumen, dan konsumen lain dalam lingkungan jasa. Kemampuan karyawan untuk menjadi antusias dan tenang meskipun pekerjaan membosankan serta para konsumen tidak sabar dan cerewet, keseluruhannya merupakan kunci keberhasilan sebuah restoran mencapai loyalitas konsumen yang dipengaruhi oleh people (Timpe, 1990, P.289)
f.        Fasilitas Fisik / Physical Evidence
Fasilitas fisik jufa berperan penting dalam meningkatkan pemasaran serta pencapaian loyalitas konsumen harus mengalami sebuah layanan. Pengalaman ini sangat dipengaruhi baik oleh lingkungan sekeliling dan fasilitas fisik yang tersembunyi dari pandangan umum juga sangat berperan penting dalam menyediakan layanan. Contoh : orang-orang mengenal Disneyland dari apa yang mereka lihat, namun tidak melihat dukungan permesinan bawah tanah dimana bagian ini merupakan paling penting bagi pemenuhan taman fantasi ini.
g.    Proses manajemen / Process Management
Proses adalah semua prosedur aktual, mekanisme, dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa. Elemen proses ini mempunyai arti suatu upaya perusahaan dalam menjalankan dan melaksanakan aktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya.
Proses manajeen dalam jasa merupakan faktor utama dalam bauran pemasaran/marketing mix seperti pelanggan jasan akan sering merasakan sistem penyerahan jasa sebagai dari jasa itu sendiri. Selain itu keputusan dalam manajemen operasi adalah sangat penting untuk suksesnya pemasaran jasa demi mencapau konsumen yang loyal

MARKETING MIXED PADA BUMN DAN BUMD
Dalam BUMN, terutama perusahaan BUMN yang go public kombinasi marketing mix ini menjadi salah satu strategi untuk menenangkan pasar, karena persaingan antar perusahaan dalam memperebutkan hati konsumen menjadi lebih ketat.
Sebagai contoh adalah marketing mix pada PDAM. Kurangnya persaingan dan cenderung adanya monopoli penyediaan infrastruktur air bersih disuatu daerah membuat kualitas air dan layanan yang diberikan oleh PDAM kurang terjadi peningkatan. Jika di luar negeri sana air PAM bisa langsung diminum, di sini (Kulo Progo dan Sleman) boro-boro bisa diminum, saya mau mencuci gelas saja bau kaporitnya sangat menyengat seperti air kolam renang.
Mungkin apabila swasta diijinkan masuk ke bisnis penyakuran air bersih maupun listrik, maka kondisi ini akan bisa mengubah perusahaan daerah untuk bangun dan bersaing dengan layanan, maka yang akan diuntungkan adalah konsumen. Saat ini yang saya lihat BUMD atau perusahaan daerah yang sudah menggenjot pelayanannya adalah Bank Pembangunan Daerah yang saling berlomba untuk menjadi juara dalam peyalanan kepada nasabah.

BAB III
KESIMPULAN

1.      Kotler (200, p.15) mengemukakan definisi bauran pemasaran / marketing mix adalah “Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses pursue its marketing objective in the target market” . Bauran pemasaran adalah sekumpulan alat pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.

2.      Perencanaan strategi pemasaran akan memberikan anda hasil yang konkret. Anda tahu apa yang anda inginkan, sekarang, ini terserah kepada anda cara untuk mencapainya. Strategi pemasaran anda dapat memberikan anda peta perjalanan. Atau bahkan ide-ide dan anda akan melihat hasilnya seperti apa.
Akhirnya, strategi pemasaran untuk bisnis anda akan terlihat efektif dan tepat. Jadi bisnis anda akan mendapatkan nama di pasar. Dan setelah hasilnya terlihat, anda akab memiliki metode untuk mendapatkan hasil yang bagus, mengendalikan aktivitas promosi menggunakannya untuk menghindarkan cara yang tidak perlu.

3.      Marketing mix harus selalu dapat bersifat dinamis, selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal maupun internal. Faktor eksternal yaitu faktor diluar jangkauan perusahaan yang antara lain terdiri dari pesaing, teknologi, peraturan pemerinrah, keadaan dan lingkungan sosial budaya.

4.      Dari definisi-definisi diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa marketing mix merupakan kombinasi dan 7 (tujuh) variabel yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan dan dapat dikendalikan oleh perusahaan seefektif mungkin.
Variabel-variabel tersebut dapat dikelompokkan menjadi 7 (tujuh) kelomppok yang dikenal dengan 4 p’s dan 3 p’s yaitu :
a.       Product (produk)
b.       Price (harga)     
c.        Promotion (Promosi)
d.       Place (tempat)
e.      Process Management
f.        Physical Evidence
g.      People

5.      Dengan semakin berkembangnya branding dan strategi, maka hal ini memberikan solusi untuk perusahaan konsultasi untuk dapat memberikan layanan konsultasi ke perusahaan yang terus berjalan. Konsultasi multi bidang ini akan membantu perusahaan travel dalam menggambarkan brandingnya dan strategi pemasaran dengan membantu mereka menggunakan sumber daya manusia dan pengetahuan yang mendukung setiap langkah anda.


DAFTAR PUSTAKA
Essinger & Wylie, 2003; Kotler dan Amstrong, 2001
Ferrel dab Hartline, 2008, Zeithalm dan Bitner, 2003; Griffin, 2002
Essinger & Wylie, 2003; Sastradipoera, 2003.
Timpe, 1990, pp, 288-289.
Timpe, 1990, pp, 290; Zeithalm dan Bitner, 2000, p. 20
Timpe, 1990, p. 289, Hurriyari, 2003, p. 62
Bungan. Personal Interview. 12 Maret 2009.

DAFTAR ISI 
 
DAFTAR ISI.............................................................................................................            i

PEMAHAMAN TENTANG KONSEP PEMASARAN DAN
STRATEGI MARKETING MIX.................................................................................           1
BAB    I          PENDAHULUAN................................................................................           1
A.     Latar Belakang...........................................................................           1
B.     Perumusan Masalah..................................................................           1
C.     Tujuan Penelitian......................................................................           2
D.     Manfaat Penelitian.....................................................................           2

BAB    II         PEMBAHASAN..................................................................................           3
A.     Produk Sebagai Objek Pemasaran...........................................           3
B.     Analisis Terhadap Harga Untuk Sebuah Produk....................           4
C.     Kegiatan Distribusi yang Dijalankan.......................................           4
D.     Melakukan Kegiatanh Produk..................................................           5
E.      Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran...........................           6

BAB III          KESIMPULAN               10

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................         12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar