Rabu, 18 Mei 2011

Ilmu Alamiah Dasar (IAD)


BAB I
ILMU ALAMIAH DASAR ( I A D )

Ilmu Alamiah merupakan Ilmu Pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam semesta,  termasuk bumi ini, sehingga  terbentuk konsep dan prinsip.

Ilmu Alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

A.             Manusia yang Bersifat Unik
(1)               Organ  tubuh  kompleks  dan  sangat  khusus,  terutama  otaknya.
(2)               Mengadakan metabolimse (penyusunan) dan pembongkaran  zat.
(3)               Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar.
(4)               Tumbuh dan berkembang
(5)               Memiliki potensi untuk berkembang
(6)               Berinteraksi dengan lingkungan
(7)               Bergerak.

B.            Kuriositas (Rasa ingin tahu dan akal budi)
Manusia mempunyai naluri, lengkap dengan akal budi sehingga rasa ingin tahu itu harus berkembang.

Ilmu pengetahuan juga berkembang untuk keperluan praktis agar hidupnya lebih mudah dan menyenangkan.

C.           Perkembangan Alam Pikiran Manusia
Manusia  punya rasa ingin tahu terhadap rahasia alam dengan  menggunakan  pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi tidak  dapat menjawab  masalah dan tidak memuaskan.

Mitos   pengetahuan  baru yang merupakan kombinasi antara pengalaman - pengalaman  dan kepercayaan. Rasa ingin tahu mendorong manusia untuk melakukan  berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mencari jawaban atas berbagai persoalan yang muncul didalam fikirannya.

Bangsa Yunani  mendapatkan  kesimpulan-kesimpulan yang mudah diikuti.  Sejak abad ke – 16 para  ilmuan mulai menggunakan Metode Ilmiah dalam mempelajari alam semesta ini.

Dan pada perkembangan yang nyata pada abad ke – 17 yang merupakan awal kelahiran dari Sains Modern adalah dengan dilakukannya percobaan-percobaan dalam penemu fakta Ilmu ilmiah.

Berikut ini tokoh-tokoh Yunani yang telah memberikan sumbangan perubahan berfikir adalah sebagai berikut :
a.      ANAXIMANDER
b.     ANAXIMENES
c.      HERAKLEITOS
d.     AYTHAGORAS
e.     DEMOKRITAS
f.      EMPEDOKLES
g.     PLATO
h.     ARISTOTELES
i.       PTOLOMEUS
j.      AVICENNA ( IBNU – SHINA )

D.           Lahirnya Ilmu Alamiah
Pengalaman adalah salah satu cara terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta.

Ilmu alamiah merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis. Yaitu kegiatan manusia yang tiada hentinya dari hasil percobaan akan menghasilkanm konsep selanjutnya,

E.            Kriteria Ilmiah
Kriteria atau patokan ilmu  merupakan  rambu - rambu untuk menentukan benar atau tidak sesuatu untuk masuk status tertentu.
Untuk mencapai kebenaran, harus menggunakan prosedur atau Metode Ilmiah yang tepat (Scienfic Method).

F.             Metode Ilmiah dan Implementasinya
Metode ilmiah pada dasarnya merupakan cara yang logis untuk memecahkan suatu masalah tertentu.

Metode ilmiah  mensyaratkan  pendekatan  yang  rasional yang  konsisten  dengan  hukum  atau  teori  yang  ada  yang  harus di uji.

Pengamatan fenomena / prilaku  alami memberikan dorongan  yang  sangat kuat  terhadap  rasa  ingin  tahu seseorang dan menimbulkan  pertanyaan - pertanyaan  terhadap prilaku alam. Untuk memperoleh jawaban maka dilakukan eskperimen.
F    Esperimen (fakta empiris) 
Dapat bervariasi, apabila fakta empiris berlaku khusus, maka dibuiat hipotesis untuk menjelaskan hal tersebut terjadi.
F    Hipotesis
Adalah  penjelasan  sementara  mengapa  fenomena tersebut terjadi. Hipotesis harus  didasari hukum / teori yang telah ada (hipotesis dibuat berdasarkan perkiraan secara deduktif

Sikap ilmiah ialah ilmu pengetahuan akan terbimbing sedemikian hingga ,padanya terkembangnya suatu sikap. Yang dimaksud dengan sikap ilmiah tersebut adalah sikap :

a)             Mencintai kebenaran yang objektif dan bersikap adil;
b)            Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolute;
c)             Tidak percaya pada takhayul, astrologi maupun untung-untungan;
d)            Ingin tahu lebih banyak;
e)             Tidak berfikirb secara prasangka;
f)              Tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti yang nyata.
g)            Optimis, teliti dan berani menyatakan kesimpulan yang menurut keyakinan ilmiahnya adalah benar.

G.           Keterbatasan Ilmu Alamiah
Kelima  macam  metode  tersebut  diatas, merupakan urutan  langkah  atau  prosedur  ilmiah  yang  lazim.  Namun  harus dikaji sampai dimana berlakunya metode tersebut dan dimana tidak bisa berlaku, serta khususnya.
F   Bidang ilmu alamiah
F   Tujuan ilmu ilmiah
F   Ilmu alamiah dan nilai

H.           Filsafat Ilmu Alamiah
Filsafat ilmu alamiah hendaknya dapat diversifikasi keseluruhan atau bagian demi  bagian  melalui  analisis eksperimen, sehingga memiliki nilai ilmiah.
Ø  Vitalitas
Pemikiran atai dokrin yang menyatakan adanya kekuatan diluar alam.
Ø  Mekanisme
Saling mempengaruhi (terjadinya sendiri itu diam).
Ø  Agnotimse
Adanya perbedaan, mengumpulkan beda pendapat.
Ø  Filsafat Pancasila
Mengembangkan semua teori-teori yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa



BAB II
PERKENALAN SAINS

A.                Pengertian Sains
Sains  berasal  dari  kata  natural Science atau sains    biasanya   disebut  dengan  ilmu  pengetahuan  alam yaitu merupakan  sekumpulan ilmu-ilmu serumpun yang terdiri atas biologi, fisika, kimia, geografi dan astronomi yang menjelaksan setiap fenomena yang terjadi di alam.

Sains  yang  mempelajari  fenomena  alam  dapat dikembangkan  melalui pengamatan langsung untuk mencari hubungan sebab akibat dari apa yang diamati.

B.                Metode Ilmiah Sebagai Ciri Sains
Pendekatan orang yunani untuk memperoleh pengetahuan didasarkan atas deduksi, pendekatan deduksi adalah berdasarkan hal-hal yang sudah dianggap benar, diambil suatu kesimpulan dengan hal-hal yang dianggap benar.

Berdasarkan fakta-fakta diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sains adalah suatu pengetahuan yang diperoleh / disusun dengan cara yang khas khususnya dengan melakukan observasi, eksperimen, menyimpulkan, menyusun teori, observasi.

 Dan demikian seterusnya kait – mengkait antara cara yang lain yang dikebal dengan metode ilmiah.












DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Abu dan Supatmo, 1991, Ilmu Alamiah Dasar, Penerbit Rineka Cipta.

Aly, Abdullah dan Rahna, Eni. 1991. Ilmu Alamiah Dasar, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.



KATA PENGANTAR

Dalam usaha pembentukan manusia lulusan Perguruan Tinggi yang ahli dalam bidangnya serta berkembang pula segi-segi lainnya, maka bagi Mahasiswa Kelompok Ilmu – Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, diwajibkan mengambil  Mata  Kuliah  Ilmu Alamiah Dasar  ( I A D ).
Perlu diketahui bahwa Ilmu Alamiah Dasar ( I A D ) bukan suatu ilmu itu sendiri, melainkan merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang sains dan teknologi.
Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan Makalah ini dan semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua……. Amin.

Langsa,    April 2010



Penulis





DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR..............................................................................         i
DAFTAR ISI..............................................................................................        ii

BAB   I        ILMU ALAMIAH DASAR  ( I A D ) ...............................        1
A.    Manusia yang Bersifat Unik.........................................        1
B.     Kuriosita (Rasa Ingin Tahu dan Akal Budi ).............        2
C.     Perkembangan Alam Pikiran Manusia......................        2
D.    Lahirnya Ilmu ilmiah....................................................        4
E.     Criteria Ilmiah................................................................        4
F.      Metode Ilmiag dan Implementasinya........................        5    
G.    Keterbatasan Ilmu Ilmiah.............................................        8
H.    Filsafat Ilmu Alamiah...................................................        9

BAB   II       PERKENALAN SAINS......................................................      10
A.    Pengertian Sains.............................................................      10
B.     Metode Ilmiah sebagai Ciri Sains...............................      10

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................      12


ii
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar