Sabtu, 30 April 2011

ayah

Untuk Ayah Tercinta

dulu………
kita bercerita
besama dendangan rumput yang tengah bersuka ria
juga siulan burung pipit diantara sudut pematang durja
kita berlomba mengucap harapan
bersuka cita
bergaduh-gaduh sendiri
untuk mencoba memebahagiakan diri
kita berlari diantara detik-detik waktu
sambil memeikul derita dan kecambuk sekutu
juga mengangkang kita dalam lelah dan ragu


 kini…………………..
kau pergi dan tak mungkin kembali
hanya tinggalkan kisah dan tetesan air mata yang menghujam diri
siapa tak kuasa,,,,,, ditinggalkan mu dengan rasa tak tega
jika dibayangkan kau berbaring dengan bisu
mencoba harapkan cahaya yang benderang
tertutup nisan yang kian rapuh teradu hari
bila terus terbayang engkaupun bisa hilang terendam dalam tanah
tinggalkan belulang dan kain kisah derita……………

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar