Sabtu, 17 September 2011

Gestalt Psikologi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang ilmu kesehatan terdapat cabang-cabang ilmu kesehatan salah satunya Psikologi Kesehatan. Dalam pembahasan Psikologi Kesehatan terdapat aliran-aliran psikologi salah satunya Gestalt Psikologi. Gestalt Psikologi menunjukan premis dasar sistem psikologi yang mengonseptualisasi berbagai peristiwa psikologi sebagai fenomena yang terorganisasi utuh dan logis.
Gestalt Psikologi didasari oleh pemikiran Ken tentang teori Nativistik yang mengatakan bahwa organisasi aktivitas mental membuat individu berinteraksi dengan lingkungan melalui cara-cara yang khas. Sehingga dengan demikian tujuan Gestalt Psikologi adalah menyelidiki organisasi aktivitas mental dan mengetahui secara tepat karateristik interaksi manusia dengan lingkungan.

1.2    Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
Ø Bagaimana pengertian Gestalt Psikologi
Ø Bagaimana sejarah perkembangan Gestalt Psikologi
Ø Bagaimana prinsip-prinsip dasar Gestalt Psikologi
Ø Bagaimana aplikasi prinsip Gestalt Psikologi
Ø Bagaimana penerapan Gestalt Psikologi dalam kehidupan sehari-hari

1.3    Tujuan dan Manfaat
Tujuan dan manfaat mempelajari Gestalt Psikologi yaitu :
ü  Agar kita dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita (khususnya pengetahuan tentang Gestalt Psikologi)
ü  Agar dapat menambah wawasan polapikir kita dalam memahami lingkungan sekitar terkait penerapan Gestalt Psikologi



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Gestalt Psikologi
Kata psikologi berasal dari kata bahasa inggris “psychology” yang dalam bahasa yunani terdiri dari 2 suku kata yaitu“psyche” yang berartijiwadan “logos” yang berarti ilmu.  Jadi secara harfiah Psikologi adalah ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan. Istilah “Gestalt” mengacu pada sebuah objek/figur yang utuh dan berbeda dari penjumlahan bagian-bagiannya. Gestalt dalam bahasa Germany ialah bentuk, pola, atau struktur.
Gestalt Psikologi berasal dari bahasa Germany yang berarti sebagai salah satu aliran dalam psikologi yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan.

2.2 Sejarah Perkembangan Gestalt Psikologi
Teori ini dibangun oleh 3 orang, Kent Koffka, Max Wertheiner, dan Wolfgang Kohler. Ketiganya dididik dalam atsmosfer intelektual yang menggairahkan pada awal abad 20 di Germany. Mereka menyimpulkan bahwa seseorang cenderung mempersiapkan apa yang terlihat dari lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh atau menyeluruh.  Gestalt juga dapat diartikan sempurna atau menyeluruh.
Aliran Gestalt muncul di Germany sebagai kritik terhadap struktualisme Wundt. Pandangan Gestalt menolak analisis dan penguraian jiwa kedalam elemen-elemen yang lebih kecil karena dengan demikian, makna dari jiwa itu sendiri berubah sebab bentuk kesatuannya juga hilang. Sebenarnya benih Psikologi Gestalt pertama kali dimunculkan oleh Christian Von Ehrenfels (orang Austria) yang pada tahun 1890 menulis suatu karangan/artikel di suatu majalah dengan menggunakan pengertian Gestalt yaitu bahwa di dalam pengamatan terhadap pengamatan terjadi peristiwa Gestalt. Mulai saat itulah istilah/pengertian Gestalt disebarluaskan.
     Kata Gestalt juga sudah ada sebelum Wertheiner dan kawan-kawan menggunakannya sebagaimana  Palland (dariBelanda) mengatakan bahwa pengertian Gestalt sudah pernah dikemukakan pada jaman YunaniKuno. Menurut Palland : plato dalam uraiannya mengenai ilmu pasti (matematika), telah  manunjukkan bahwa dalam kesatuan bentuk terdapat bagian-bagian atau sifat-sifat yang tidak terdapat (tidak dapat terlihat) pada bagian-bagiannya.  Lalu ahli filsafat Germany yang lain (Goethe  dan Shiller) sudah sering menggunakan istilah Gestalt.  Demikian juga dengan Wundt sendiri telah menggunakan Gestalt sebagai satu asas yang Ia namakan asassintesakreatif.
     Pandangan Gestalt cukup luas diakui di Germany namun tidak lama exist di Germany karena mulai didesak oleh pengaruh kekuasaan Hitler yang berwawasan sempit mengenai keilmuan pada tahun 1930.  Para tokoh Gestalt banyak yang melarikan diri ke Amerika Serikat dan berusaha mengembangkan idenya di sana.  Namun, hal ini tidak mudah dilakukan karena pada saat itu di Amerika Serikat didominasi oleh pandangan Behaviorisme. Akibatnya Psikologi Gestalt diakui sebagai sebuah aliran psikologi namun pengaruhnya tidak sekuat Behaviorisme.
Meskipun demikian, ada beberapa hal yang patut dicatat  sebagai implikasi dari aliran Gestalt. Implikasi Gestalt :
©      Pendekatan fenomologismen jadi salah satu pendekatan yang exist di psikologi dan dengan pendekatan ini para tokoh Gestalt menunjukkan bahwa studi psikolgi dapat mempelajari higher mental process, yang selama ini dihindari karena abstrak, namun tetap dapat mempertahankan aspek ilmiah dan empirisnya.
©      Pandangan Gestalt menyempurnakan aliran behaviorisme dengan ide untuk menggali proses belajar kognitif, berfokus pada higher mental process.  Adanya perceptual field diinterpretasikan menjadi lapangan kognitif dimana proses-proses mental seperti persepsi, insight, dan problem solving beroperasi.  Tokoh :Tolman dan Koehler.

2.3 Prinsip-prinsip dasar Gestalt
1.      Interaksi antara individu dan lingkungan disebut perceptual field.  Setiap perceptual field memiliki organisasi, yang cenderung dipersepsikan oleh manusia sebagai figure and ground.  Oleh karena itu, kemampuan persepsi ini merupakan fungsi bawaan manusia, bukan skill yang dipelajari.  Pengorganisasian ini mempengaruhi makna yang dibentuk.
2.      Prinsip-prinsip pengorganisasian :
§    Principle of Proximity : Organisasi berdasarkan kedekatan elemen
§    Principle of Similarity : Organisasi berdasarkan kesamaan elemen
§    Principle of Objective : Organisasi berdasarkan mental set yang sudah terbentuk sebelumnya
§    Principle of Continuity : Organisasi berdasarkan kesinambungan pola
§    Principle of Closure/Principle of Good Form : Organisasi berdasarkan “bentuk yang sempurna”
§    Principle of Figure and Ground :Organisasi berdasarkan persepsi terhadap bentuk yang lebih menonjol dan dianggap sebagai “figure”.  Dimensi penting dalam persepsi figure dan obyek adalah hubungan antara bagian dan figure, bukan karakteristik dari bagian itu sendiri.  Meskipun aspek bagian berubah, asalkan hubungan bagian-figure tetap, persepsi akan tetap.  Contoh : perubahan nada tidak akan merubah persepsi tentang melodi
§    Principle of isomorphism : Organisasi berdasarkan konteks

2.4 AplikasiprinsipGestalt
Belajar
            Proses belajar adalah fenomenakognitif.  Apabila individu mengalami proses belajar, terjadi reorganisasian dalam perceptual fieldnya.  Setelah proses belajar terjadi, seseorang dapat memiliki cara pandang baru terhadap suatu problem.

Insight
Pemecahan masalah secara jitu yang muncul setelah adanya proses pengujian berbagai dugaan/kemungkinan.  Setelah adanya pengalaman insight, individu mampu menerapkannya pada problem sejenis tanpa perlu melalui proses trial-error lagi.  Konsep insight ini adalahfenomena penting dalam belajar, ditemukan oleh Koehler dalam eksperimen yang sistematis.

Memory
Hasil persepsi terhadap obyek meninggalkan jejak ingatan. Dengan berjalannya waktu, jejak ingatan ini akan berubah pula sejalan dengan prinsip-prinsi porganisasional terhadap obyek.  Penerapan prinsip of good form sering kali muncul dan terbukti secara eksperimental. Secara social, fenomenal ini juga menjelaskan pengaruh gossip/rumor.

2.5 Contoh penerapan Gestalt Psikologi dalam kehidupan sehari-hari
Jika kita mendengar musik, kita tidak boleh mendengar satu bunyi saja. Kalau kita berbuat demikian maka musik yang kita dengar tidak akan sempurna. Demikian pula halnya dengan Islam. Penerimaan/penghayatan Islam pun tidak boleh dipecah-pecahkan.  Islam harus diterima secara Gestalt. Kalau tidak Islam jadi tidak bermakna, sama separti eksperimen yang telah dilakukan.  Seperti yang dijelaskan dalam ayat berikut : “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaithan.  Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.  (QS. 2:208) Orang yang menerima Islam secara sebagian-sebagian sangat mudah ditipu syaithan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Kesimpulan yang dapat kita ambil dalam makalah Gestalt Psikologi yaitu :
1.      Gestalt Psikologi berasal dari bahasa Germany yang berarti sebagai salah satu aliran dalam psikologi yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan.
2.      Gestalt Psikologi memiliki prinsip-prinsip dan aplikasi prinsip yang sesuai untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3.2 Saran
            Saran kami dalam penyusunan makalah ini adalah :
v  Semoga para pembaca dapat memahami bahwa Gestalt Psikologi adalah sebagai salah satu aliran dalam psikologi.
v  Kami berharap para pembaca dapat merealisasikan Gestalt Psikologi dalam kehidupan sehari-hari.


DAFTAR PUSTAKA

Brennan, James F.  2006.  Sejarah dan Sistem Psikologi.  Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Hutagalung, S.Th, Marada.  Dari berbagai sumber

Asnaldi, Arie.  2008.  Teoribelajar Gestalt

http://www.scribd.com/doc/22686304/MAKALAH-PSIKOLOGI



KATA PENGANTAR


Puji syukur marilah sama-sama kita ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat limpahan rahmat dan hidayahnya makalah yang berjudul “Gestalt Psikologi” ini dapat terselesaikan sebagai mana waktu yang telah ditentukan.
Tak lupa pula ucapan terima kasih penulis hanturkan kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.
Namun, penulis menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari kekurangan dan kesalahan didalam penulisannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari dosen pembimbing, teman-teman dan khususnya para pembaca sangat penulis harapkan demi penyempurnaan dan perbaikan makalah ini kedepannya.



Wassalam
Penulis




Octaria Nanda Sari


DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
DAFTAR   ISI

BAB  I  PENDAHULUAN
1.1    LatarBelakang
1.2  RumusanMasalah
1.3. TujuandanManfaat 

BAB  II  PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Gestalt Psikologi 
2.2. SejarahPerkembangan Gestalt Psikologi
2.3. Prinsip-PrinsipDasar Gestalt Psikologi
2.4. AplikasiPrinsip Gestalt Psikologi
2.5. Penerapan Gestalt Psikologi Dalam Kehidupan Sehari-Hari

BAB  III  PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2.Saran danKritik

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar